Tampilkan postingan dengan label impor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label impor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Ahmad Fathanah dan Kulit Sapi


Di media online dan situs microblogging saat ini berseliweran informasi tentang kedok Ahmad Fathanah (AF). Apa dan siapa AF sebenarnya.

Di situ dikatakan AF menjebak Luthfi Hasan Ishak (LHI) agar masuk dalam pusaran kasus impor daging sapi. Diceritakan gmana kronologis upaya AF menjebak Presiden PKS itu. Toh meski ceritanya runut, sebenarnya banyak pertanyaan yg masih tersisa.

Apa betul politisi kawakan sekaliber LHI begitu mudah dikelabui seorang AF? Apa bukan karena lagi sial saja akhirnya tertangkap KPK? Katanya AF ini sohib lama LHI waktu kuliah di Saudi.

Kamis, 14 Februari 2013

Bisnis "Daging" Online

foto: stangzine.info
BISNIS daging memang menggiurkan karena barang ini rasanya gurih-nikmat. Dulu ada bisnis daging celeng, lantas daging sapi, dan belakangan “daging mentah”. Ini pernyataan vulgar orang-orang kampungan yang jengkel. Daging celeng murah, sebab diharamkan kaum muslim, harga per kilogramnya cuma seperlima harga sapi. Tapi, harga daging lembu, setelah dikuasai Para Kartel Sapi, melejit hingga tiga sampai empat kalinya. Mahalnya harga daging sapi mampu menjungkalkan seorang presiden [satu partai], apalagi rekan bisnisnya tersandung daging termahal—daging dalam tanda kutip.

Minggu, 27 Januari 2013

Masyarakat dan Upaya Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

Kali Citarum (foto: KF)

Jumat (18/1), jam sudah berada di angka 11. Malam makin larut. Pada hari-hari biasanya, jam seperti itu kampung sudah sepi. Tapi malam itu, sebagian besar warga Desa Teluk Bango, Batu Jaya Karawang, belum ada satu pun yang memejamkan mata. Kecemasan menghantui perasaan masing-masing. Mereka harus lebih waspada.

Hujan yang turun sejak sore tadi kini tinggal menyisakan gerimis. Namun meski hujan segera berhenti, kecemasan mereka justeru semakin bertambah. Betapa tidak, hampir satu jam sekali muncul pemberitahuan dari sebuah pengeras suara di mushola mengenai ketinggian air kali Citarum. Ya mereka memang pantas cemas. Pasalnya, tempat tinggal mereka tidak sampai belasan meter dari pinggir kali Citarum. Apalagi sejak sore tadi mereka melihat pemandngan yang mengerikan. Air kali Citarum sudah hampir melewati ketinggian tanggul.