Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Maret 2013

Membaca Pesan Anas Urbaningrum di Twitterland


Sejak menyatakan berhenti sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum terus menjadi sorotan media. Bahkan postingan tweet-nya di twitter tak luput dari perhatian dan mendapat berbagai tanggapan yang beragam dari para followernya di Twitterland.

Rabu, 20 Februari 2013

Parpol, antara Pengasong dan Kartel Bisnis


parodi politik (foto: ngesot.multiply.com)

PEMILU 2014 masih jauh, tapi parpol mulai ancang-ancang, pasang aksi buat menarik perhatian rakyat. Ada yang sangat terlambat, sebab ketika KPU mengumumkan hasil verifikasi, banyak yang gagal sebelum bikin mimbar pesona. Yang laik jalan 10 parpol, yang ecek-ecek belasan, mungkin puluhan. Maka, dibuatlah adegan kagetan di ruangan KPU, misalnya gebrak-gebrak meja, berteriak memaki-maki tak keruan, serta aksi lempar mikrofon.

Untung partai macam ini tak lulus verifikasi. Kalau berhasil lulus bisa dibayangkan bagaimana kualitas perpolitikan kita nanti, tambah runyam. Sebab, partai kecil yang tak lulus tapi dipimpin orang-orang intelektual dan bermartabat, tenang saja, dan akan mengambil langkah hukum. 

Jumat, 15 Februari 2013

Konflik Surya Paloh dan Hary Tanoe Bisa Jadi Cuma Sandiwara


Harry Tanoe dan Surya Paloh (Foto: dvers.com)
Pasca mengundurkan diri dari Partai Nasdem, bos group MNC Media Hary Tanoesudibjo disebut-sebut akan bergabung dengan partai lain. Belakangan sejumlah media menyebutkan Hary Tanoe akan mendukung Partai Hanura. Dukungan tersebut konon sudah disampaikan Hary kepada pengurus Persatuan Indonesia (Perindo) –ormas yang didirikan pasca keluar dari Partai Nasdem.

Banyak pihak menganggap jika benar Hary Tanoe bergabung dengan Hanura, kian menunjukkan retaknya hubungan antara dia dengan Surya Paloh. Namun demikian, Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI), Mas Hendrajit, mengungkapkan pandangan yang berbeda. Dalam sebuah catatan di akun facebooknya, dia mengatakan bisa jadi, perseteruan mereka berdua cuma pagelaran sandiwara yang sudah disusun terlebih dahulu skrip jalan cerita dan akhir dari ceritanya.